Rabu, 22 Februari 2012

Tips Menulis


Assalamu'alaykum Wr. Wb;

Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menulis. Tak ada rumus jitu untuk menulis. Kita akan menemukan pedomannya sendiri dengan sering berlatih menulis hingga kita mampu meramu misteri menulis menjadi teori sederhana.
Nah, gue ada beberapa tips menulis nih. Selebihnya nanti bisa dikembangin sendiri ya (emang bunga).

1.   Siapkan amunisi (gali inspirasi dan perbanyak referensi)
Bekali diri dengan berbagai perangkat ilmu dan wawasan yang luas sehingga mampu membahas satu masalah secara komprehensif melalui tulisan. Nah, di sinilah perlunya melahap banyak bacaan dan berinteraksi dengan kejadian atau pengalaman. Dengan begitu, tulisan kita seolah hidup dan bicara. Dengan cakrawala yang luas pula, semakin kuat warna tulisan kita dan semakin meyakinkan pembaca.

Niru, boleh. Tapi… jangan jadi sembarang niru. Jadilah peniru yang kreatif. Jangan jadi plagiat, kalau tidak mau dihujat. Untuk menjadi peniru yang kreatif kita dapat menggunakan strategi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Strategi ini gue dapet dari Pak Tung Desum Waringin.

"Ingat ATM= Amati, Tiru, Modifikasi, bukan ATP=Amati, Tiru, Persis! Sertakan sumber bila ada. Tak perlu sibuk mencari gaya yang memikat bila kita cukup percaya diri menjadi diri sendiri."

2.   Cermat memilih diksi
Ada cita rasa estetis yang lain ketika makna yang sama diungkapkan dengan menggunakan pilihan kata yang unik dan dirangkai dalam susunan kalimat yang khas. Jangan menggunakan kalimat yang bertele-tele dan jangan pula mudah mengeksekusi kata. Potonglah bagian tulisan yang mengganggu. Seolah tak ada kata mubadzir yang lepas dari makna. Semua bermakna, dan seandainya kita hilangkan satu kata saja maka terasa berkurang muatannya, atau bahkan jauh melenceng dari maksud yang kita inginkan sebenarnya. Diksi erat kaitannya dengan rasa bahasa, tingkat kedalaman makna, kesamaan bunyi, dan ketepatan nilai kata dengan sasaran pembaca.

Terkadang, penulis pemula-seperti saya- biasanya sibuk merancang kejutan dan begitu menggebu-gebu ingin memuntahkan ide-ide brilliant yang sudah mengendap di kepala. Namun, karena kurang pandai mengemasnya (minimnya pengalaman menulis) akhirnya, ide spektakuler tadi menjadi biasa-biasa saja, hambar tak berasa.

3.   Logika, estetika, dan imajinasi
Estetika tanpa logika akan terasa nikmat saat dikunyah, namun sulit untuk dicerna. Yang kita alami adalah kekacauan berpikir dan kerancuan logika. Gunakan analogi yang hidup dan sederhana. Orang yang mengagungkan estetika dalam karyanya, ia hanya bermain-main dengan kata namun kosong dan tak bertenaga. Gabungan logika, estetika, dan imajinasi akan menghasilkan karya yang indah, bernutrisi, benar, mencerahkan, inspiratif, dan mencerdaskan.

4.   Punya visi dan motivasi
Menulis karena memang ada yang harus kita sampaikan, ada kebenaran yang harus kita suarakan, dan setiap tetes kata harus mampu memberi perubahan. Sehingga setiap butir kalimat yang kita goreskan mampu memancarkan kebaikan dan memberi pencerahan.

Motivasi Menulis gue udah gue utarain (selatan apa gak boleh?) di
The Power of Writting..
Intinya Menulisku juga harus karena Allah….


Yupz, mungkin itu sedikit yang bisa gue bagi. Semoga tidak terkesan menggurui. Selanjutnya, terserah loe-loe pada…

Menulislah dengan sepenuh jiwa dan kekuatan ruhiyah, semoga Allah jadikan setiap tetes tintanya penuh berkah.


KEEP WRITING!!!

Wassalamu'alaykum Wr. Wb;



0 komentar:

Posting Komentar

Blogger yg baik selalu meninggalkan jejak..
Komentar maksudnya -___-