Sabtu, 11 Februari 2012

Trend : 4S and 4F ?


By Rezarion Ardiansyah on  Saturday,  14 August 2009 at 21:13

Assalamu'alaykum Wr. Wb;

GHAZWUL FIKRI

            Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepadamu sampai kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah,”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka seyelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolongmu.” {QS. Al-Baqarah(02):120}

            Sobat muda pada tahu kan tentang sejarah emas umat Islam di masa lampau. Misalnya saja pada zaman kekhalifahan Abbasiyah, Turki Utsmani, dll di mana saat itu umat Islam mengalami berbagai kemajuan baik dari bidang agama, teknologi, iptek, dan laen-laen sehingga membuat umat Islam berjaya dan disegani kaum lain. Jelas kejayaan umat Islam nggak ‘direstui’ ama musuh-musuh Islam. Mereka berusaha sekuat tenaga, mencurahkan keringat dan darah, pokoknya mati-matianlah supaya kejayaan tersebut pudar dan lenyap dari tangan umat Islam. Mereka sadar bahwa mereka nggak akan menang lawan umat Islam pake senjata karena selain umat Islam berjumlah amaaaat banyak, umat Islam kan megang peranan-peranan penting di dunia. Sebut saja Negara-negara Timur Tengah kayak Arab Saudi, Kuwait, dll yang menjadi Negara penghasil minyak. Juga Negara Indonesia yang banyak banget kekayaan alamnya dan strategis pula letaknya. Jika para musuh Islam langsung todong senjata, pasti seluruh umat Islam akan bersatu dan pasti –Insya’ Allah- mereka akan kalah. Karena itu mereka pake strategi lain yaitu ghazwul fikr, yaitu paham atau pemikiran yang dibuat oleh orang-orang kafir untuk menghancurkan umat Islam. Semua itu terangkum dalam 4S dan 4F. Apaan tuh?

SONG
            Song, music adalah salah satu cara untuk menghancurkan umat Islam. Kok bisa? Padahal musik kan lembut, mana bisa untuk menghancurin? Justru itulah, music yang terkesan lembut, penentram jiwa, yang terdiri dari berbagai macam aliran baik jazz, pop, etc akan membuat umat Islam, terutama remajanya tertarik dan mereka melupakan Al-Qur’an Al-Karim di belakang dan nggak peduli lagi. Tentu aja hal ini berdampak semakin jauhnya kaum muslimin dari nilai-nilai Islam, sebuah aturan dari langit yang dengan izin-Nya membuat kaum muslimin berjaya berabad-abad. Dengan gitu, kaum muslimin akan semakin mudah dikendalikan.

SEX
            Kaum kafir juga berusaha dengan jalur yang berbau syahwat. Mereka mempopulerkan budaya pergaulan bebas, valentine day, majalah-majalah yang terpampang wanita dengan pakaian ‘ala kadarnya’, dll. Padahal Allah SWT telah memperingatkan kaum muslimin dalam firman-Nya,
            “Dan janganlah kamu dekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” {QS. Al-Isra’ (17): 32}

SPORT
            Olahraga, permainan yang nggak berfaedah kayak judi juga dipopulerkan supaya umat Islam lengah. Dibela-belain tidur sampe larut malam cuma mau nonton acara sepak bola. Giliran suruh sholat, malesnya minta ampun. Na’udzubillah min dzalik.

SMOKE
            Rokok, miras, dan sejenisnya juga dijadikan alat penghancur umat. Uang dihambur-hamburkan untuk beli barang yang nggak jelas manfaatnya dan jelas banget kerugiannya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Padahal jauh di sana, banyak umat Islam yang harus bertahan hidup dalam kondisi ekonomi yang mepet. Contohnya aja di Palestina yang mana kaum muslimin di sana hidup di bawah penindasan bangsa Yahudi. Nggak usah jauh-jauh, di sini juga masih banyak kan kaum muslimin yang hidup jauh dari kata cukup dan mapan.
            “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros.” {QS. Al-Isra’ (17): 27}



FUN
            Senang-senang, gaya hidup yang hedonistis mereka sebarkan di tengah kaum muslimin. Seakan manusia cuma diciptakan untuk senang-senang aja, tanpa perjuangan, tanpa kerja keras. Mereka seakan juga nggak sadar kalo setelah mereka mati, segala amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Klub-klub malam dan diskotik-diskotik menjamur di berbagai tempat di negeri-negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Akhirnya generasi penerus perjuangan pada nggak bisa diandelin. Ilmu kosong, pengalaman hidup kopong. Tinggal dipermainkan kaum kafir deh pada akhirnya.
            “…sesungguhnya kehidupan ini adalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” {QS. Al-Mukmin: 39}  

FASHION
            Dari berbagai model pakaian, aksesoris, dan banyak banget yang lain dibudidayakan di tengah umat Islam. Pakaian yang membentuk lekuk-lekuk tubuh mudah banget didapat hari ini. Macem-macem perhiasan yang menggiurkan kaum Hawa laris manis terjual. Umat Islam pun jadi disibukan dengan aktivitas yang kurang berguna dan melupakan waktu sholat, waktu memperdalam ilmu agama dan dunia. Dan hal ini berujung pada sifat umat Islam yang konsumtif, mengkonsumsi terus tanpa mempunyai aktivitas produksi.

FOOD
            Berbagai mecem merek makanan dari Barat masuk ke negeri-negeri Islam yang pada akhirnya dana yang terkumpul digunakan untuk menghancurkan umat Islam. Sebut aja KFC, Pizza Hut, CFC, dll. Padahal jika ditinjau dari segi kesehatan, makanan model kayak gini menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Dan yang bilang gitu juga para ilmuwan Barat sendiri. Itulah mengapa makanan ini juga disebut junk food, makanan sampah. Tapi di sini, masyarakatnya malah suka mengkonsumsinya hanya karena gengsi dan prestise.

FAITH
            Berbagai kepercayaan dan paham yang nggak sesuai dengan Islam disebarkan dengan cara halus banget. Contohnya Harry Potter yang memuat banyak banget unsur kepercayaan sihir yang bahkan oleh sebagian umat Kristiani film ini dianggap buruk karena nggak sesuai dengan nilai-nilai Injil. Paham-paham kayak Liberalisme dan Sekulerisme pun turut andil dalam hal ini.

            Itulah sebagian rencana yang dibuat kaum kafir supaya generasi penerus umat Islam ini hancur dan lemah. Jika umat Islam udah lengah dan lemah, maka umat Islam pun akan dihabisi seperti yang terjadi di Spanyol, Bosnia Herzegovina, Ambon, Poso, dan tempat-tempat lain. Dan sekarang kita bisa lihat kaum muslimin di berbagai belahan dunia telah terjerat oleh makar kaum kafir tadi. Semoga sejarah kelam yang terjadi pada saudara-saudara kita dulu nggak terjadi lagi, lebih-lebih terjadi pada kita. Semoga kita semua diberi keistiqomahan dalam berdiri di atas jalan Islam ini sehingga umat Islam dapat berjaya kembali seperti yang terjadi pada para pendahulu kta dahulu.

Sumber : Ibu Dewi P (Arimatea)

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.



Jumat, 10 Februari 2012

Remaja.. Oh.. Remaja..


By Rezarion Ardiansyah on  Saturday,  12 August 2009 at 20:04


Assalamu'alaykum Wr. Wb;

Masa remaja penuh liku – liku kehidupan. Kehidupan remaja diwarnai kesenangan dan semua hal – hal yang memanjakan. Pada masa remaja pula seseorang berusaha mencari jati dirinya, seperti apa pilihan hidupnya, cara pandang menghadapi kehidupan dan masa depannya yang bagaimana yang sesuai dengan kepribadiannya. Remaja adalah usia di mana pada masa itu, akan banyak menyimpan kenangan. Masa – masa inilah, remaja dituntut untuk lebih hati – hati dalam memilih suatu bentuk pergaulan di masyarakat, karena di usia remajalah seseorang sangat mudah terpengaruh.

Remaja dalam berpakaian
Sebagai seorang remaja, pasti mempunyai keinginan untuk terus mengikuti trend. Dan itu yang sekarang banyak dilakukan oleh para remaja kita. Dalam berpakaian misalnya, yang notabene remaja muslimah masih cenderung mengikuti mode, trend yang sedang inn. Meski terkadang, itu tidak sesuai dengan aturan agama. Perbuatan itu mereka lakukan dengan alasan yang berbeda – beda, ada yang memang suka, tetapi ada yang hanya takut dikatakan kuno atau ketinggalan jaman alias ngga’ gaul. Akan tetapi tidak semua remaja muslimah seperti itu, masih banyak juga yang berpakaian sesuai dengan syar’i.

Remaja dalam belajar
Usia remaja masih tergolong usia sekolah, artinya remaja mempunyai kewajiban untuk belajar, bias dibilang diwajibkan mempersiapkan materi pelajaran untuk esok hari. Seorang remaja mempunyai cara yang beragam dalam menanggapi belajar, ada yang secara rutin belajar, ada yang belajarnya hanya dengan latihan soal – soal, ada pula yang belajar SKS (Sistem Kebut Semalam). Remaja dengan model belajar yang pertama dan kedua akan tampak lebih santai, lebih tenang setiap menghadapi ulangan / tes. Karena dengan belajar secara rutin, mereka hanya sekedar mengulang materi ulangan / tes. Sedang yang belajar dengan latihan soal, mereka hanya akan menambah materi yang belum tercakup dalam soal yang telah mereka pelajari. Namun remaja yang menerapkan model belajar ketiga, mereka akan susah, kacau dalam menghadapi tes / ulangan, karena kurang siap. Dengan model SKS, mereka harus mempersiapkan materi dan belajar dalam waktu yang relative sangat singkat, sehingga mereka kurang bahkan tidak paham dengan apa yang dipelajari. Akibat dari perbuatan itu, maka hasil tes / ulangan tidak akan memuaskan.

Remaja dalam cara berpikir
Di zaman yang semakin maju, seperti sekarang ini, remaja banyak dituntut bisa menghadapi berbagai permasalahan yang semakin rumit dan diharapkan bisa juga menyelesaikan dengan baik. Dalam menyelesaikan permasalahannya tersebut, remaja dituntut untuk mampu berpikir jernih. Namun, kebanyakan remaja sekarang dalam berpikir, hanyak sebatas angan saja. Angan mereka cenderung pada hal – hal yang menyenangkan.
Dalam tindakan, remaja masih berpijak pada emosi dan tidak berpikir jernih, akibat apa yang ditimbulkan oleh suatu perbuatan yang telah dilakukannya. Tapi tidak sedikit pula remaja yang bisa berpikir jernih dalam menyelesaikan masalah, maupun bertindak. Pendidikan pun sangat mempengaruhi cara berpikir seseorang.

Solusi untuk remaja
Remaja yang berpendidikan akan berpikir lebih maju, bila dibandingkan remaja yang kurang berpendidikan. Demikian juga latar belakang keluarga, harmonis atau kurang harmonisnya suatu keluarga akan berpengaruh pada kejiwaan emosi remaja yang berakibat pada cara berpikir remaja.

Dari uraian di atas, orang tua mempunyai peranan yang sangat besar. Demikian juga dengan para pendidik. Menghadapi remaja sekarang lebih susah sehingga diperlukan solusi yang terbaik, yakni dipahamkannya seorang remaja pada ajaran agama. Dengan paham ajaran agama, diharapkan akan lebih bisa menyaring baik atau tidaknya untuk mereka sehingga mengurangi resiko yang tidak diinginkan.

So, buat siswa – siswi SMAGA tentunya, jangan langsung tertarik sama hal – hal yang masih asing ! Sebelumnya, kamu harus pertimbangkan juga baik dan buruknya … Nasehat orang tua pun harus kamu patuhi, sehingga g’ terjadi hal – hal yang tidak kamu inginkan … OK !!
 
Wassalamu'alaykum Wr. Wb.


By : Reza Ardiansyah
31 / XII IPA 4